Mengenal neo BANK
Neo Bank: Revolusi Perbankan Digital yang Mengubah Cara Kita Kelola Keuangan
Neo bank adalah jenis bank langsung yang beroperasi secara eksklusif melalui layanan perbankan daring tanpa memiliki cabang fisik tradisional. Banyak di antaranya tidak memiliki izin perbankan sendiri dan bergantung pada bank mitra, namun beberapa juga telah mendapatkan izin sendiri. Mereka biasanya memiliki biaya operasional yang lebih rendah, yang dapat menghasilkan biaya layanan yang lebih murah dan suku bunga yang lebih kompetitif.
Sejarah Perkembangan Neo Bank
Konsep perbankan tanpa cabang dan berbasis digital pertama kali muncul pada akhir tahun 1990-an dan awal 2000-an dengan bank yang hanya beroperasi melalui telepon atau internet, seperti ING Direct di Belanda dan Inggris, yang menekankan biaya rendah dan pendaftaran nasabah secara daring.
Setelah krisis keuangan global tahun 2008, kepercayaan konsumen pada lembaga perbankan yang sudah mapan menurun secara signifikan, membuka peluang bagi pemain baru berbasis digital. Antara tahun 2010 dan 2015, banyak perusahaan fintech mulai menawarkan layanan mirip perbankan melalui aplikasi, dan istilah "neo bank" mulai dikenal sekitar tahun 2017.
Sejak pertengahan tahun 2010-an, terutama di Eropa dan kemudian secara global, banyak bank digital khusus muncul, seperti Monzo dan Revolut di Inggris, serta Nubank di Amerika Latin, yang berkembang pesat dalam hal jumlah pelanggan, keragaman produk, dan jangkauan geografis.
Model Bisnis dan Fitur Utama
- Operasional Hanya Digital: Layanannya diakses melalui aplikasi seluler atau portal web, dengan sangat sedikit atau bahkan tanpa cabang fisik.
- Biaya Operasional Rendah: Tidak memiliki sistem lama, biaya overhead cabang, dan proses manual yang banyak, sehingga dapat menawarkan biaya lebih rendah dan suku bunga lebih kompetitif.
- Pengalaman Pengguna yang Unggul: Fokus pada proses pendaftaran yang mudah, pemberitahuan real-time, antarmuka pengguna yang disederhanakan, serta seringkali dilengkapi alat budgeting atau elemen gamifikasi.
- Kerjasama dan Infrastruktur Pihak Ketiga: Banyak neo bank bergantung pada bank berizin untuk penyimpanan dana atau platform Banking as a Service (BaaS) daripada membangun sistem belakang perbankan sendiri secara lengkap.
- Strategi Monetisasi: Meliputi biaya pertukaran pada kartu debit, layanan berlangganan atau premium, pinjaman atau kredit, layanan mata uang, dan penawaran keuangan terintegrasi.
- Target Pasar Spesifik: Mengarah pada segmen yang kurang terlayani seperti pengguna muda, pekerja ekonomi gig, atau negara dengan tingkat inklusi keuangan rendah, atau menawarkan nilai tambah alternatif seperti biaya nol atau rendah, transaksi global, multi-mata uang, dan analitik real-time.
Peraturan dan Lisensi
Di berbagai negara, regulasi neo bank berbeda-beda. Beberapa neo bank mendapatkan izin perbankan sendiri, sementara yang lain bekerja sama dengan bank tradisional yang sudah berizin untuk menyediakan layanan dan mematuhi peraturan.
Di Indonesia, terdapat tiga regulasi utama yang mengatur neo bank:
1. POJK No. 38/POJK.03/2016: Tentang penerapan manajemen risiko dalam penggunaan teknologi informasi oleh bank umum.
2. POJK No. 12/POJK.03/2018: Tentang penyelenggaraan layanan perbankan digital oleh bank umum, yang mendukung efisiensi operasional, peningkatan kualitas layanan, dan inovasi melalui kolaborasi.
3. POJK No. 13/POJK.03/2021 dan POJK No. 12/POJK.03/2021: Mempertegas pengertian bank digital, baik yang berasal dari bank yang sudah ada yang melakukan digitalisasi maupun bank baru yang berstatus full digital banking.
Selain itu, Bank Indonesia juga menerbitkan PADG No. 23/2021 tentang Standar Nasional Open API (SNAP) untuk mendukung aktivitas neo bank, membuat koneksi antara lembaga perbankan dan penyelenggara pembayaran lebih efisien.
Keuntungan Neo Bank
- Kemudahan dan Kenyamanan: Nasabah dapat melakukan berbagai transaksi perbankan seperti pembukaan rekening, transfer uang, pembayaran tagihan, dan pengajuan pinjaman kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi seluler, tanpa perlu datang ke cabang fisik.
- Biaya Lebih Rendah: Biaya administrasi rekening, biaya transfer, dan biaya layanan lainnya biasanya lebih rendah bahkan tidak ada, karena biaya operasional yang lebih kecil.
- Fitur Inovatif: Banyak neo bank menawarkan fitur seperti pelacakan pengeluaran real-time, alat budgeting yang canggih, analisis keuangan pribadi, dan dukungan multi-mata uang yang memudahkan transaksi internasional.
- Proses Cepat: Pendaftaran rekening dan pengajuan produk keuangan seperti pinjaman dapat diselesaikan dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan menit atau jam.
- Akses yang Lebih Luas: Membuka peluang bagi masyarakat yang sebelumnya kurang terlayani oleh perbankan tradisional untuk mengakses layanan keuangan, terutama di daerah terpencil.
Tantangan dan Risiko
- Keterbatasan Produk: Beberapa neo bank masih memiliki variasi produk yang lebih sedikit dibandingkan bank tradisional, seperti kurangnya layanan perbankan yang melibatkan aset fisik seperti mortgage atau pinjaman properti skala besar.
- Masalah Keamanan: Meskipun menggunakan teknologi keamanan terkini, neo bank tetap berisiko terhadap serangan siber, pencurian identitas, dan penipuan digital.
- Kurangnya Hubungan Pribadi: Bagi sebagian orang, kurangnya cabang fisik membuat sulit untuk mendapatkan bantuan langsung atau membangun hubungan pribadi dengan petugas bank, terutama dalam kasus masalah yang kompleks.
- Ketergantungan pada Teknologi: Gangguan sistem, masalah koneksi internet, atau kegagalan aplikasi dapat mengganggu akses nasabah ke layanan perbankan.
- Tantangan Regulatoris: Perubahan kebijakan regulasi atau ketidakpastian dalam peraturan dapat mempengaruhi operasional dan perkembangan neo bank.
Contoh Neo Bank di Dunia dan Indonesia
- Di dunia: Nubank (Brazil/Amerika Latin), Monzo dan Revolut (Inggris), Chime (Amerika Serikat), KakaoBank (Korea Selatan).
- Di Indonesia: Bank Neo Commerce (BNC) adalah salah satu contoh neo bank yang telah berkembang pesat, bahkan masuk dalam daftar 10 besar bank terbaik di Indonesia versi Forbes tahun 2023. Bank Jago juga termasuk dalam kategori bank digital yang memiliki model bisnis mirip neo bank, dengan kapitalisasi yang cukup besar.




